LITERATURE REVIEW JURNAL-JURNAL FILM "MENCURI RADEN SALEH"
Jurnal 1
Judul : ANALISIS TINDAK
TUTUR DIREKTIF PADA FILM “MENCURI RADEN SALEH” KARYA ANGGA DWIMAS SASONGKO
Penulis : NURUL PRATIWI
ASRIL , SYAHRUL RAMADHAN
Teori :
Salah satu teori yang dipakai
pada analisis tindak tutur ini menggunakan teori john Searle yang membahas 3
jenis tindakan dalam tindak tutur. Lokusi adalah tindakan menghasilkan ujaran
dengan makna literal, sementara ilokusi merujuk pada maksud atau tujuan di
balik ujaran tersebut. Perlokusi adalah efek atau dampak yang ditimbulkan oleh
ujaran terhadap pendengar. Dalam konteks penelitian ini, fokusnya adalah pada
tindak tutur direktif, yaitu ujaran yang bertujuan untuk membuat pendengar
melakukan sesuatu, seperti memerintah, memohon, atau menyarankan.
Metode :
Analisis yang digunakan
adalah pendekatan kualitatif dengan teknik simak-catat. Data dikumpulkan dari
dialog dalam film "mencuri raden saleh" karya angga dwimas sasongko.
Proses pengumpulan data dengan menonton film dan menyalin dialog, mengidentifikasi,
menganalisis dialog. Analisis ini untuk mengklasifikasikan jenis tindak tutur seperti
memerintah, menyuruh, meminta, menasihati, mendesak, menagih, menyarankan,
mengajak, merekomendasikan, memberi aba-aba, memesan, dan menantang.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya,
film "mencuri raden saleh" terdapat 39 data tindak tutur direktif.
Tindak tutur direktif yang paling sering muncul adalah perintah (10 kali).
Selain itu, terdapat juga berbagai bentuk tindak tutur direktif lainnya seperti
menyuruh, meminta, menasihati, mendesak, menagih, menyarankan, mengajak,
merekomendasikan, memberi aba-aba, memesan, dan menantang .
·
Jurnal 2
Judul : ANALISIS UNSUR
SINEMATOGRAFI DALAM MEMBANGUN REALITAS CERITA PADA FILM MENCURI RADEN SALEH
Penulis : PRATAMA ADITIA,
NURFIAN YUDHISTIRA
Teori :
Salah satu teori yang dipakai
yaitu teori sinematografi dari joseph v yaitu Mascelli sudut kamera (camera
angle), pengambilan gambar dekat (close up), kesinambungan (continuity),
pemotongan (cutting), dan komposisi (composition). Teori ini untuk membangun
dan memperkuat realitas cerita dalam film, Tidak hanya mempercantik visual tetapi
juga menyampaikan ide, emosi, dan pesan secara efektif kepada penonton.
Metode :
Jurnal ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menonton film "mencuri
raden saleh" lalu mencatat adegan-adegan penting, observasi, Studi pustaka
melibatkan pencarian referensi dari buku, jurnal, dan sumber-sumber lain yang
relevan. Wawancara dilakukan dengan dua informan yang ahli dalam bidang
sinematografi.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya,
bahwa film "mencuri raden saleh" berhasil membangun cerita yang kuat dengan
adanya elemen sinematografi, Komposisi yang tepat sehingga menambah keindahan
visual. Sehingga keseluruhan unsur pada sinematografi film ini menjadi selaras
dan mampu menciptakan dan menyampaikan pesan cerita yang diinginkan oleh
sutradara.
·
Jurnal 3
Judul : ANALISIS
SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DALAM FILM MENCURI RADEN SALEH KARYA ANGGA DWIMAS
SASONGKO
Penulis : AHMAD RIFANDI
BATUBARA, NUGROHO WIDHI PRATOMO
Teori :
Dalam jurnal ini, teori
yang digunakan adalah teori semiotika roland barthes. Dalam analisis ini teori
semiotika barthes digunakan untuk mengetahui 5 kode naratif yang terdapat pada
film "mencuri raden saleh" yaitu kode hermeneutik, kode semik, kode
simbolik, kode proaletik, dan kode gnomik. Kode ini digunakan untuk membangun
cerita yang lebih mudah dipahami
Metode :
Metode penelitian yang
digunakan dalam jurnal ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini
menggunakan sumber data berupa film "mencuri raden saleh" karya angga
dwimas sasongko. Data yang dikumpulkan dengan mencari seluruh dialog dalam film
yang mengandung lima kode naratif semiotika roland barthes. Teknik pengumpulan
data meliputi reduksi data atau pemilihan data dengan memusatkan perhatian pada
data yang dibutuhkan sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Data dan informasi
didokumentasikan melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara, serta
didukung oleh berbagai sumber seperti buku, arsip, dan dokumen yang relevan
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
bahwa lima kode naratif semiotika roland barthes ditemukan dalam film
"mencuri raden saleh". Kode hermeneutik berkaitan dengan teka-teki
dalam narasi yang perlu dipecahkan, kode semik terkait dengan konotasi atau
makna tambahan yang terkandung dalam narasi, kode simbolik mencerminkan konflik
dan oposisi dalam cerita, kode proaletik berkaitan dengan aksi atau kejadian
yang memajukan alur cerita, dan kode gnomik merujuk pada pengetahuan budaya dan
moral yang dihubungkan dalam narasi. Jadi setiap kode memberikan makna tertentu
sehingga hal ini dapat mengembangkan pemahaman tentang narasi dan tema yang
diangkat dalam film
·
Jurnal 4
Judul : MAKNA PESAN TUTUR
BAHASA DAN GESTURE TUBUH DALAM FILM MENCURI RADEN SALEH
Penulis : DINDA APRILIA
PUTRI, AMALIA NURUL MUTHMAINNAH, MOHAMMAD INSAN ROMADHAN
Teori :
Dalam jurnal ini, teori
yang digunakan adalah semiotika charles s. Peirce. Dengan menggunakan teori
tersebut diharapkan dapat membantu memahami bagaimana tanda-tanda ini berfungsi
dalam menyampaikan pesan dalam film. Teori ini mengusulkan bahwa setiap tanda
(penanda) berhubungan dengan suatu objek (petanda) dan diinterpretasikan oleh
penerima, membentuk hubungan triadik yang esensial untuk komunikasi yang
bermakna.
Metode :
Metode yang digunakan
dalam jurnal ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan analisis semiotika
peirce yang berfokus pada analisis tanda verbal dan non-verbal dalam film “mencuri
raden saleh”. Data yang dikumpulkan melalui observasi partisipatif pasif, dengan
menonton film secara streaming berulang-ulang untuk mengumpulkan data, lalu
mendokumentasikan dialog dan gesture tubuh sebagai tanda dalam adegan film, dan
terakhir menganalisis maknanya berdasarkan model semiotika peirce, yang
meliputi elemen tanda, objek, dan interpretan.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
bahwa film “mencuri raden saleh” mengandung makna yang penting, seperti
interaksi antara karakter melalui dialog dan gesture mencerminkan realitas
sosial, seperti solidaritas untuk mencapai tujuan tertentu dalam sebuah
kelompok. Semiotika peirce ini digunakan untuk mengungkap bagaimana tanda-tanda
ini berfungsi untuk mencerminkan tema sosial yang mendidik penonton tentang
dampak kriminalitas.
·
Jurnal 5
Judul : PENGGUNAAN GAYA
BAHASA PADA TOKOH DALAM FILM “MENCURI RADEN SALEH”
Penulis : ELSA SITI
NOVERA, INES INDRIANI PUTRIANA, LAILA FITRI NURJANAH
Teori :
Teori yang digunakan dalam
jurnal ini menjurus pada teori bahasa atau penggunaan gaya bahasa sebagai alat
komunikasi dalam narasi. Gaya bahasa seperti penggunaan frasa, klausa, dan dialek
atau slang yang menggambarkan kepribadian dan latar belakang tokoh. Teori ini untuk
membuktikan bahwa bahasa dalam film dapat memberikan makna pada setiap karakter
dan membantu penonton memahami alur cerita lebih baik.
Metode :
Metode yang digunakan
dalam jurnal ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif analisis dan teknik tematik. Dengan cara observasi film
"mencuri raden saleh" dengan menonton berulang kali, Menganalisis
penggunaan gaya bahasanya, dan Melakukan studi pustaka.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
bahwa film "mencuri raden saleh" banyak menggunakan bahasa slang atau
gaul yang mencerminkan karakter tokoh dan dinamika sosial di sekitar mereka.
Penggunaan gaya bahasa seperti metafora, sarkasme, dan sinekdok juga digunakan
untuk membantu penonton memahami karakteristik tokoh. Salah satunya seperti
Sarah menggunakan bahasa sarkasme untuk menunjukkan ketangguhannya. Penggunaan
gaya bahasa ini cocok untuk memperdalam pemahaman penonton terhadap tokoh dan
cerita dalam film.
·
Jurnal 6
Judul : REPRESENTASI
PERILAKU NEKAT GENERASI Z DALAM FILM MENCURI RADEN SALEH (ANALISIS SEMIOTIKA
JOHN FISKE)
Penulis : MUHAMMAD FARIH
FIDDAROIN, DYVA CLARETTA
Teori :
Dalam jurnal ini, menggunakan
teori semiotika john fiske "the codes of television" makna dalam
media televisi atau film terbentuk melalui kode-kode sosial yang dibagi menjadi
3 level yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Kode
untuk mengetahui makna yang diinterpretasikan secara berbeda oleh setiap
individu berdasarkan pengalaman dan wawasan masing-masing. Yang dimana teori
ini sesuai dengan perilaku nekat gen z yang di adabtasi dalam film
"mencuri raden saleh".
Metode :
Metode yang digunakan
dalam jurnal ini adalah analisis semiotika kualitatif deskriptif john fiske,
Yang ditujukan untuk mengungkapkan keadaan atau situasi sosial dengan deskripsi
yang terbentuk dari kata-kata dan data relevan yang dikumpulkan dari situasi
alamiah. Data dikumpulkan dengan observasi film dan mengidentifikasi kode-kode yang
ada faktor latar belakang keluarga dan kondisi sosial ekonomi yang dengan bercermin
pada perilaku nekat gen z.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
bahwa film "mencuri raden saleh" mengadaptasi perilaku nekat gen z melalui
tindakan kriminal yang dilakukan oleh tokoh tokoh remaja pada film tersebut. Tindakan
criminal yang ada pada film tersebut seperti pemalsuan, peretasan, perkelahian,
dan pencurian. Gen z dalam film ini digambarkan sebagai kelompok awalnya tidak
memiliki ambisi besar dengan segala tekanan yang ada pada akhirnya mereka
memutuskan melakukan hal nekad atau berani dengan memperbesar ambisi besar mereka
dan cenderung memilih cara instan untuk mencapai tujuan tanpa memikirkan risiko
yang mungkin terjadi.
·
Jurnal 7
Judul : (PEMALSUAN DAN
PENCURIAN DALAM SENI : ANALISIS MALE GAZE DALAM FILM MENCURI RADEN SALEH)
Penulis : BAGUS OKTAVIAN
NUGROHO, MUHAMMAD JORDI PRAMUDITYA, ARIEF SUJATMIKO
Teori :
Dalam jurnal ini, menggunakan
Teori male gaze oleh laura mulvey dalam hal feminisme, mengacu pada pandangan
dominan laki-laki dalam seni dan media yang menampilkan perempuan sebagai objek
seksual atau benda yang dapat dikendalikan oleh laki-laki. Male gaze
mengarahkan penonton untuk melihat dunia melalui perspektif laki-laki heteroseksual,
sering kali memperlihatkan perempuan sebagai objek visual tanpa memberikan
kedalaman karakter atau emosi yang jelas.
Metode :
Metode yang digunakan
dalam jurnal ini pendekatan kualitatif yang digunakan untuk mengidentifikasi
dan mendalami penerapan male gaze. Metode ini dilakukan dengan cara menganalisis
komposisi visual, dan dialog. Analisis visual dilakukan dengan cara kamera
mengarahkan perhatian penonton pada tubuh perempuan, sedangkan analisis naratif
mengamati dialog yang merendahkan atau mengobjektifikasi perempuan. Metode ini cocok
untuk mengidentifikasi pola-pola yang mendukung adanya male gaze dalam film
tersebut.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
bahwa film "mencuri raden saleh" juga memperlihatkan male gaze dalam
beberapa adegannya. Penerapan male gaze ini tidak hanya memperkuat stereotipe
gender yang merugikan perempuan, tetapi juga berpotensi mempengaruhi cara
pandang masyarakat terhadap perempuan dalam seni dan media. Kontroversi yang
muncul dari penerapan male gaze dalam film ini menggarisbawahi pentingnya
kesadaran dan pengawasan yang lebih ketat dalam produksi film agar tidak
memperkuat stereotipe gender yang merugikan perempuan. Analisis male gaze dalam
film "mencuri raden saleh" menyoroti pentingnya memeriksa dan
mengkritisi bagaimana perempuan digambarkan dalam media. Oleh karena itu,
diperlukan kesadaran dan pengawasan yang lebih ketat dalam proses pembuatan film
untuk memastikan bahwa sosok perempuan tidak kehilangan kenghormatannya dalam
membuat karakter serta emosi mereka.
·
Jurnal 8
Judul : REPRESENTASI
MASKULINITAS PADA PEMERAN UTAMA PEREMPUAN DALAM FILM MENCURI RADEN SALEH
Penulis : NICHOLAS ABDIEL
MANOARFA, AGUSLY IRAWAN ARITONANG, CHORY ANGELA WIJAYANTI
Teori :
Dalam jurnal ini, menggunakan
teori representasi dan semiotika oleh john fiske. Dalam konteks film,
representasi digunakan untuk mengekspresikan makna melalui berbagai media
seperti kata-kata, gambar, dan suara. Maskulinitas dapat dipahami sebagai definisi
sosial sebuah karakteristik dan perilaku yang dianggap sangat laki-laki (ketangguhan,
kekuatan, dan dominasi) namun, dalam dalam film ini terdapat beberapa tokoh
perempuan yang memiliki karakteristik yang dianggap sangat laki-laki tersebut,
menunjukkan fleksibilitas dalam identitas gender.
Metode :
Metode yang digunakan
dalam jurnal ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan
semiotika berdasarkan teori john fiske. Penelitian ini menganalisis
adegan-adegan dalam film "mencuri raden saleh" untuk mengidentifikasi
maskulinitas pada tokoh utama perempuan. Data dikumpulkan dengan mengambil
gambar dari adegan-adegan dalam film lalu dianalisis tanda dan makna yang
terkandung di dalamnya. Tanda-tanda ini diklasifikasikan ke dalam tiga level:
realitas, representasi, dan ideologi.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
bahwa maskulinitas dalam film "mencuri raden saleh" mempengaruhi
karakter perempuan dengan tiga subtema utama: keberanian untuk konfrontasi
fisik, menyukai tantangan dan risiko, serta pilihan dalam tata busana dan cara
bicara. Adegan-adegan tertentu dalam film memperlihatkan bagaimana tokoh utama
perempuan menunjukkan sifat-sifat maskulin yang biasanya diasosiasikan dengan
laki-laki. Secara keseluruhan, film "mencuri raden saleh" berhasil
merepresentasikan maskulinitas melalui tokoh-tokoh perempuan yang kuat dan
mandiri, mematahkan beberapa stigma masyarakat tentang peran gender. Film ini
menunjukkan bahwa maskulinitas tidak eksklusif milik laki-laki, tetapi juga
bisa menjadi bagian dari identitas perempuan, tergantung pada konteks sosial
dan budaya di mana mereka berada.
·
Jurnal 9
Judul : MAKNA SOLIDARITAS
PADA FILM MENCURI RADEN SALEH (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE)
Penulis : JIHAN RAHMA
ANASTASYA , ADRIO KUSMAREZA ADIM
Teori :
Dalam
jurnal ini, menggunakan teori analisis semiotika charles sanders peirce. Teori
semiotika peirce menjelaskan bahwa makna terdiri dari hubungan segitiga antara
representamen (tanda), objek, dan interpretan. Representamen (qualisign,
sinsign, atau legisign), objek (ikon, indeks, atau symbol), dan interpretan (rheme,
dicent sign, atau argument). Teori semiotika peirce digunakan untuk
mengidentifikasi dan menganalisis makna solidaritas yang muncul dalam
adegan-adegan film "mencuri raden saleh".
Metode :
Metode yang digunakan
dalam jurnal ini metode analisis semiotika dengan pendekatan kualitatif. Metode
ini dilakukan dengan cara menganalisis beberapa adegan lalu diinterpretasikan pada
makna solidaritas dalam adegan-adegan tersebut menggunakan kerangka teori
semiotika charles sanders peirce. Penelitian ini melibatkan pengamatan mendalam
terhadap interaksi antar karakter dan bagaimana elemen-elemen film, seperti
dialog dan visual, berkontribusi dalam membangun makna solidaritas.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
bahwa solidaritas dalam film "mencuri raden saleh" ditunjukkan
melalui hubungan yang erat antara anggota kelompok yang memiliki latar belakang
berbeda tetapi bersatu untuk mencapai tujuan bersama. Meskipun ada perbedaan
individu, para karakter dalam film berusaha mengisi kekurangan satu sama lain
dengan keahlian mereka masing-masing. Solidaritas ditunjukkan tidak hanya dalam
situasi kebersamaan dan kebahagiaan tetapi juga dalam menghadapi kesulitan dan
kesedihan. Film ini menggambarkan bahwa komunikasi dan interaksi mendalam antar
individu dapat menghasilkan ikatan emosional yang kuat, yang kemudian membentuk
kesatuan dan kerja tim yang efektif. Solidaritas dalam film ini juga mencerminkan
realitas sosial, mengajarkan pentingnya persatuan dan kerja sama dalam
menghadapi tantangan
·
Jurnal 10
Judul : TINDAK TUTUR
EKSPRESIF DALAM FILM MENCURI RADEN SALEH KARYA ANGGA DWIMAS SASONGKO
Penulis : EMILIA ARIYANI,
RUSDHIANTI WURYANINGRUM, BAMBANG EDI PORNOMO
Teori :
Dalam jurnal ini, menggunakan
teori tindak tutur john searle. Tindak tutur ekspresif digunakan untuk
mengungkapkan perasaan atau sikap psikologis penutur terhadap suatu situasi
atau keadaan. Dalam jurnal ini tindak tutur ekspresif diklasifikasikan menjadi 7
macam (mengkritik, mengeluh, menyalahkan, memuji, mengucapkan terima kasih,
mengucapkan selamat, dan menyanjung). Teori ini diterapkan untuk mengidentifikasi
dan menganalisis bentuk-bentuk serta modus tindak tutur ekspresif yang muncul
dalam film "mencuri raden saleh".
Metode :
Metode yang digunakan
dalam jurnal ini metode deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis berupa
segmen tutur dan konteks tutur yang mengindikasikan adanya tindak tutur
ekspresif dalam film "mencuri raden saleh". Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah teknik dokumentasi, yang meliputi tahap pengunduhan,
penyimakan, transkripsi, identifikasi, dan inventarisasi data. Analisis data dilakukan
dengan menggunakan teknik analisis data interaktif yang terdiri dari tiga
tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti
berperan sebagai instrumen utama dalam penelitian ini, dibantu dengan instrumen
pendukung seperti panduan pengumpulan dan analisis data.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
yaitu film "mencuri raden saleh" menggunakan tindak tutur ekspresif
mengkritik, mengeluh, menyalahkan, memuji, mengucapkan terima kasih,
mengucapkan selamat, dan menyanjung yang disesuaikan dengan situasi dan konteks
percakapan antar tokoh dalam film. Selain itu, terdapat lima modus tindak tutur
ekspresif yang teridentifikasi yaitu deklaratif atau indikatif, optatif,
interogatif, obligatif, dan desideratif. Penelitian ini menunjukkan bahwa
tindak tutur ekspresif dalam film tidak hanya disampaikan melalui kata-kata,
tetapi juga melalui tindakan dan ekspresi tubuh yang mendukung komunikasi emosi
dan sikap para tokoh.
·
Jurnal 11
Judul : SOSIOLEK PENCURI
LUKISAN DALAM FILM “MENCURI RADEN SALEH”
Penulis : AZALIA RISNADIO
Teori :
Dalam jurnal ini, menggunakan
teori variasi bahasa oleh chaer dan agustina yang menyatakan bahwa keragaman
sosial menyebabkan munculnya sosiolek dalam tuturan yang sesuai dengan profesi
penuturnya. Sosiolek atau dialek sosial berkaitan dengan status, kelompok
sosial, dan penuturnya. Dalam konteks film, perbedaan sosiolek dapat dilihat
dari dialog yang dihasilkan oleh para pemerannya berdasarkan karakter, status
sosial, dan kelompok sosial masing-masing.
Metode :
Metode yang digunakan
dalam jurnal ini metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk
menggambarkan atau menjelaskan fenomena secara lengkap. Sumber data berasal
dari film "mencuri raden saleh," dengan fokus pada dialog yang
mengandung sosiolek pencuri lukisan. Data dikumpulkan denganmenonton film dan
mencatat segala hal yang berhubungan dengan tema. Metode analisis data yang
digunakan adalah metode padan ekstralingual, yang mengaitkan masalah bahasa
dengan hal-hal di luar bahasa, seperti konteks dan makna.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
menunjukkan adanya variasi sosiolek pencuri lukisan yang terkait dengan latar
belakang peran tokoh. Seperti sosiolek mahasiswa ditandai dengan penggunaan
bahasa gaul dan campuran bahasa asing dan Tukang bengkel menggunakan istilah
teknis otomotif. Penelitian ini juga mengidentifikasi leksikon spesifik yang
digunakan oleh pencuri lukisan, seperti istilah untuk teknik mencuri, serta
fungsi bahasa yang meliputi instrumental, regulasi, interaksi, personal, dan
representatif.
·
Jurnal 12
Judul : RESEPSI KHALAYAK
TERHADAP NILAI KRITIK SOSIAL DALAM FILM MENCURI RADEN SALEH
Penulis : HESTY KOSASIH,
VINDA MAYA SETIANINGRUM
Teori :
Dalam jurnal ini, menggunakan
teori encoding-decoding dari stuart hall untuk menganalisis penerimaan khalayak
terhadap nilai kritik sosial dalam film mencuri raden saleh. Teori ini
menjelaskan bahwa komunikasi adalah proses di mana pesan dikirim oleh
komunikator (encoder) dan diterima oleh khalayak (decoder), menghasilkan efek
tertentu dari proses komunikasi tersebut. Stuart hall menekankan bahwa
penerimaan pesan oleh khalayak melibatkan interpretasi aktif dan dapat
menghasilkan berbagai makna tergantung pada latar belakang pengetahuan, budaya,
dan pengalaman hidup penonton.
Metode :
Metode yang digunakan
dalam jurnal ini metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi. Data
dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan yang merupakan
mahasiswa aktif di surabaya. Aktivitas analisis data bersifat interaktif dan
dilakukan secara berkesinambungan melalui tiga tahap: reduksi data, display
data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Peneliti juga menggunakan teknik
triangulasi untuk menguji keabsahan data, dengan membandingkan hasil observasi,
wawancara, dan dokumentasi.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
bahwa penonton memiliki penerimaan yang beragam terhadap nilai kritik sosial
dalam film “mencuri raden saleh”. Penerimaan ini dipengaruhi oleh latar
belakang pengetahuan, budaya, dan pengalaman hidup masing-masing informan.
Penelitian ini menemukan bahwa kritik sosial dalam film tersebut dianggap
penting oleh penonton, karena membantu menghasilkan tatanan sosial yang lebih
baik. Para informan menganggap bahwa kritik sosial diperlukan untuk
mendiskusikan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat dan untuk menggerakkan
sistem sosial menuju perubahan yang lebih baik. Dengan menggunakan teori
encoding-decoding stuart hall, peneliti dapat menggambarkan bagaimana pesan
dalam film diinterpretasikan secara beragam oleh khalayak. Metode kualitatif
yang digunakan dalam penelitian ini memastikan keabsahan data melalui teknik
triangulasi, memberikan gambaran yang komprehensif tentang penerimaan khalayak
terhadap nilai-nilai yang disampaikan dalam film.
·
Jurnal 13
Judul : TINDAK TUTUR
DIREKTIF DALAM FILM MENCURI RADEN SALEH
Penulis : EVA ARDILA,
RIKA NINGSIH
Teori :
Dalam jurnal ini, menggunakan
teori tindak tutur dari john langshaw austin yang diperluas oleh muridnya, john
searle. Teori ini membagi tindak tutur menjadi 3 jenis utama (lokusi, ilokusi,
dan perlokusi). Penelitian ini berfokus pada tindak tutur direktif, yang
merupakan salah satu dari lima kategori tindak tutur ilokusi menurut searle.
Tindak tutur direktif adalah tuturan yang dimaksudkan agar mitra tutur
melakukan tindakan sesuai dengan tuturan penutur. Contoh dari tindak tutur
direktif termasuk memerintah, memohon, menasihati, merekomendasi, memaksa,
mendesak, menyarankan, dan menantang. Tindak tutur ini penting karena
melibatkan aspek-aspek seperti gerak, sikap, dan ekspresi penutur yang harus
ditangkap oleh mitra tutur untuk memahami maksud dari tuturan tersebut.
Metode :
Metode yang digunakan
dalam jurnal ini metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data
dikumpulkan dari dialog film "mencuri raden saleh" melalui teknik
simak, rekam, dan catat. Teknik simak digunakan untuk memperoleh data dengan menyimak
penggunaan bahasa dalam film, sedangkan teknik catat digunakan untuk mencatat
data-data yang diperoleh. Data yang dikumpulkan berupa penggalan tuturan para
tokoh dalam film yang mengandung tindak tutur direktif. Penelitian ini tidak
hanya mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur direktif yang ada, tetapi juga
menempatkannya dalam konteks untuk memahami makna yang disampaikan.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
bahwa bentuk tindak tutur direktif memerintah paling banyak ditemukan,
menggambarkan peran dominan penutur dalam memberikan instruksi. Selain itu, konteks
situasi dan hubungan antar tokoh juga mempengaruhi jenis tindak tutur yang
digunakan. Misalnya, tindak tutur memerintah sering kali muncul dalam situasi
yang membutuhkan tindakan cepat atau dalam hubungan hierarkis. Dengan
menggunakan teori tindak tutur dari austin dan searle, penelitian ini berhasil
mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai bentuk tindak tutur direktif yang
digunakan dalam film. Metode kualitatif yang diterapkan memungkinkan analisis
mendalam tentang konteks dan makna di balik setiap tindak tutur, menunjukkan
kompleksitas interaksi linguistik dalam dialog film. Temuan penelitian ini
tidak hanya memperkaya kajian pragmatik dalam konteks film, tetapi juga
memberikan pemahaman lebih luas tentang bagaimana komunikasi efektif dapat
dibangun melalui bahasa.
·
Jurnal 14
Judul : REPRESENTASI
MAFIA SENI PADA FILM MENCURI RADEN SALEH (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS
PEIRCE)
Penulis : MUHAMMAD RAHMAT
FADHILA, ADE PUTRANTO PRASETYO WIJHARTO TUNGGALI
Teori :
Dalam jurnal ini, menggunakan
teori semiotika dari charles sanders peirce untuk menganalisis film
"mencuri raden saleh". Semiotika peirce memfokuskan pada tiga
komponen utama yaitu tanda (sign), objek (object), dan interpretan
(interpretant). Tanda adalah sesuatu yang mewakili sesuatu yang lain untuk
seseorang dalam beberapa kapasitas. Objek adalah apa yang diwakili oleh tanda
tersebut, dan interpretan adalah pemahaman yang diperoleh dari tanda tersebut.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali makna yang tersembunyi di
balik simbol, gambar, dan dialog dalam film untuk memahami bagaimana
kriminalitas mafia seni direpresentasikan.
Metode :
Metode yang digunakan
dalam jurnal ini metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika.
Peneliti menonton film "mencuri raden saleh" secara keseluruhan dan
mencatat adegan-adegan yang relevan dengan tindakan kriminal mafia seni.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori semiotika charles sanders
peirce untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan tanda, objek, dan
interpretan dalam adegan-adegan tersebut. Teknik triangulasi digunakan untuk
memastikan validitas data, dengan membandingkan hasil observasi dengan berbagai
sumber dan metode.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
bahwa film "mencuri raden saleh" menggambarkan berbagai bentuk
kriminalitas mafia seni melalui enam adegan utama. Adegan-adegan ini mencakup
aksi pencurian, pemalsuan lukisan, peretasan, manipulasi, ancaman kekerasan,
dan perkelahian. Setiap adegan dianalisis untuk mengungkapkan tanda-tanda yang
digunakan untuk merepresentasikan kriminalitas tersebut. Misalnya, aksi
pencurian dan pemalsuan lukisan direpresentasikan melalui gambar dan dialog
yang menunjukkan keterampilan teknis dan manipulatif para karakter utama. Hasil
analisis ini menunjukkan bahwa film berhasil menggambarkan kompleksitas dan
kecanggihan operasi mafia seni, serta dampak emosional dan moral yang dihadapi
oleh para karakter.
·
Jurnal 15
Judul : TINDAK TUTUR
ILOKUSI DALAM FILM MENCURI RADEN SALEH
Penulis : ANGGA DWIMAS
SASONGKO
Teori :
Dalam jurnal ini, menggunakan
teori tindak tutur yang dikemukakan oleh john searle dan geoffrey leech. Teori
tindak tutur menjelaskan bahwa setiap ujaran atau kalimat yang diucapkan oleh
seseorang memiliki maksud dan tujuan tertentu yang dapat dikategorikan dalam
berbagai jenis tindak tutur, seperti tindak tutur ilokusi. Searle
mengklasifikasikan tindak tutur ilokusi ke dalam lima kategori utama, yaitu
representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Leech menambahkan
bahwa dalam komunikasi, konteks pragmatis sangat penting untuk memahami makna
dan tujuan di balik setiap tuturan. Dalam penelitian ini, teori tindak tutur
ini digunakan untuk menganalisis dialog dalam film "mencuri raden
saleh" untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai jenis tindak
tutur ilokusi yang digunakan oleh karakter-karakter dalam film tersebut.
Metode :
Metode yang digunakan
dalam jurnal ini metode deskriptif kualitatif. Peneliti mengumpulkan data
dengan cara mengamati dan menganalisis dialog yang terdapat dalam film
"mencuri raden saleh." proses pengumpulan data melibatkan transkripsi
dialog dari film, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan jenis tindak tutur
ilokusi. Peneliti juga menggunakan teknik triangulasi teori untuk memastikan
validitas data, yaitu dengan menggabungkan berbagai teori dari para ahli untuk
menganalisis dan memahami tindak tutur ilokusi dalam dialog film. Selain itu,
analisis dilakukan dengan metode padan pragmatis, yang memfokuskan pada
penggunaan konteks untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan makna dan tujuan
di balik setiap tuturan.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
bahwa film "mencuri raden saleh" mengandung berbagai jenis tindak
tutur ilokusi yang relevan dengan pembelajaran bahasa indonesia di madrasah
aliyah kelas xi. Peneliti menemukan bahwa tindak tutur yang paling dominan
dalam film adalah tindak tutur direktif dan ekspresif. Tindak tutur direktif
sering digunakan oleh karakter untuk memberikan perintah atau permintaan,
sementara tindak tutur ekspresif digunakan untuk mengungkapkan perasaan atau
emosi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa analisis tindak tutur ilokusi
dalam film dapat dijadikan sebagai bahan ajar yang efektif dalam mengajarkan
keterampilan menyimak dan berbicara pada siswa. Dengan memahami tindak tutur
ilokusi, siswa dapat lebih mudah memahami makna dan tujuan di balik setiap
tuturan dalam komunikasi sehari-hari
·
Jurnal 16
Judul : ANALISIS
SEMIOTIKA REPRESENTASI BAPAKISME DALAM FILM MENCURI RADEN SALEH
Penulis : NADIA ANJELLI
Teori :
Dalam jurnal ini, menggunakan
teori tindak tutur ilokusi, yang merupakan bagian dari pragmatik dalam ilmu
linguistik. Tindak tutur ilokusi merujuk pada tindakan yang dilakukan oleh
penutur melalui ujaran, yang mencakup berbagai fungsi seperti menyatakan,
bertanya, memerintah, dan berjanji. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh
john l. Austin dan kemudian dikembangkan oleh john searle, yang
mengklasifikasikan tindak tutur ilokusi ke dalam lima kategori utama:
representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Dalam konteks
penelitian ini, teori tersebut digunakan untuk menganalisis berbagai bentuk dan
fungsi tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam dialog film "mencuri
raden saleh" karya angga dwimas sasongko.
Metode :
Metode yang digunakan
dalam jurnal ini metode deskriptif kualitatif. Metode ini bertujuan untuk
mendeskripsikan fenomena secara mendalam dan memberikan gambaran yang rinci
mengenai objek penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik simak bebas libat
cakap, yang berarti peneliti mengamati dan mencatat percakapan tanpa terlibat
langsung dalam interaksi tersebut. Proses analisis data dilakukan dengan
menggunakan teknik analisis isi, yang melibatkan pengidentifikasian dan
pengelompokan berbagai bentuk tindak tutur ilokusi dalam dialog film
berdasarkan kategori yang telah ditentukan sebelumnya.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
bahwa dalam film "mencuri raden saleh", terdapat berbagai bentuk
tindak tutur ilokusi yang digunakan oleh para karakter. Penelitian ini
menemukan 105 wujud tindak tutur ilokusi yang terdiri dari 61 tindak tutur
asertif, 17 tindak tutur direktif, 1 tindak tutur komisif, 11 tindak tutur
ekspresif, dan 12 tindak tutur deklaratif. Selain itu, juga ditemukan 80 fungsi
tindak tutur ilokusi yang meliputi fungsi kompetitif, konvivial, kolaboratif,
dan konfliktif. Fungsi kompetitif meliputi memerintah dan meminta, konvivial
meliputi mengucapkan selamat dan berterima kasih, kolaboratif meliputi
mengajarkan dan menyatakan, serta konfliktif meliputi mengancam. Temuan ini
menunjukkan bahwa film tersebut memanfaatkan berbagai tindak tutur ilokusi
untuk membangun narasi dan karakterisasi, serta untuk menyampaikan pesan-pesan
tertentu kepada penonton. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan ajar
dalam pembelajaran bahasa indonesia di tingkat pendidikan menengah atas,
khususnya dalam mata pelajaran yang berkaitan dengan pragmatik
·
Jurnal 17
Judul : (ANALISIS
SEMANTIK: NILAI PERSAHABATAN ANTARA PIKO DAN UCUP MELALUI DIALOG FILM MENCURI
RADEN SALEH)
Penulis : REZA PAHLEVI
GINTING , ABDUL AZIS
Teori :
Dalam jurnal ini, menggunakan
teori semantik untuk menganalisis dialog dalam film "mencuri raden
saleh." semantik adalah cabang linguistik yang mengkaji arti atau makna
kata-kata dan kalimat dalam konteks tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti
mengadopsi konsep makna dari parera (2004) yang membagi makna menjadi beberapa
jenis, seperti makna emotif, referensial, dan ideasional. Makna emotif berkaitan
dengan perasaan antara pembicara dan pendengar atau penulis dan pembaca yang
biasanya mengarah ke arah positif. Makna referensial adalah makna yang secara
langsung berhubungan dengan realita. Sedangkan makna ideasional dihasilkan dari
penggunaan kata-kata yang berkonsep dan kompleks.
Metode :
Metode yang digunakan
dalam jurnal ini metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan.
Peneliti mengumpulkan data melalui teknik simak bebas libat cakap, yang berarti
peneliti tidak terlibat langsung dalam percakapan para pemeran dalam film
tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati dialog-dialog yang
ada dalam film "mencuri raden saleh" dan mencatat kata-kata serta
kalimat yang menunjukkan nilai persahabatan antara piko dan ucup. Dalam
penyajian data, peneliti menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan
fakta-fakta yang ditemukan selama penelitian berlangsung.
Hasil :
Dalam jurnal ini hasil akhirnya
bahwa nilai persahabatan antara piko dan ucup dalam film "mencuri raden
saleh" dapat dianalisis melalui dialog mereka. Beberapa nilai persahabatan
yang dominan muncul adalah saling mendukung, saling percaya, dan bertanggung
jawab atas kesulitan yang dialami oleh kedua sahabat tersebut. Misalnya, dalam
percakapan antara piko dan ucup, terlihat bahwa ucup selalu berusaha memberikan
solusi dan dukungan moral kepada piko dalam menghadapi masalahnya. Selain itu,
penelitian ini juga menemukan bahwa makna emotif dan ideasional sering muncul
dalam dialog-dialog mereka, yang memperkuat nilai persahabatan yang erat antara
kedua tokoh. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami nilai
persahabatan, baik bagi peserta didik maupun dalam konteks kehidupan sosial
secara umum.
·
Jurnal 18
Judul : eufemisme pada
film "mencuri raden saleh" sutradara angga dwimas sasongko dan
relevansinya dengan pembelajaran bahasa indonesia di madrasah aliah
Penulis : alfinia nur
kusumaningrum
Teori :
Penelitian ini
mendasarkan diri pada teori stilistika, yang diuraikan secara rinci dalam
landasan teori. Stilistika adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari gaya
bahasa dan penggunaannya dalam berbagai konteks, termasuk karya sastra. Menurut
ratna (2013), stilistika berkaitan dengan gaya dan gaya bahasa, dimana gaya
bahasa atau majas merupakan objek kajian, sementara stilistika adalah ilmu yang
membahas makna dari objek tersebut. Selain itu, teori stilistika juga
menghubungkan aspek-aspek kebahasaan dengan estetika, memperhatikan bagaimana
elemen-elemen bahasa digunakan untuk menciptakan keindahan dan makna dalam
sebuah karya. Teori ini menekankan pentingnya analisis sistematis bahasa dan
interpretasi makna secara menyeluruh, serta perbedaan antara sistem bahasa
dengan intensitas unsur keindahannya.
Metode :
Metode penelitian yang
digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan ini memfokuskan
pada analisis data berupa kata dan kalimat yang diambil dari dialog dalam film
"mencuri raden saleh." penelitian ini termasuk dalam kategori studi
pustaka (library research), yang berarti data dikumpulkan dari sumber-sumber
tertulis. Peneliti memerlukan waktu enam bulan untuk melaksanakan penelitian,
yang dimulai dari januari hingga juni 2023. Proses analisis data melibatkan
tiga tahapan utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Pada tahap reduksi data, informasi yang relevan disaring dan dikategorikan.
Penyajian data dilakukan dengan menggambarkan hasil analisis dalam bentuk yang
mudah dipahami. Akhirnya, kesimpulan ditarik berdasarkan interpretasi data yang
telah dianalisis secara menyeluruh.
Hasil :
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa film "mencuri raden saleh" menggunakan berbagai
bentuk eufemisme yang dapat dianalisis secara stilistika. Bentuk-bentuk
eufemisme ini termasuk penggunaan singkatan, kata serapan, istilah asing,
metafora, dan perifrasis. Analisis ini mengungkap bagaimana elemen-elemen
bahasa tersebut digunakan untuk menyampaikan makna secara halus dan tidak
langsung. Selain itu, penelitian ini juga menilai relevansi film tersebut
dengan pembelajaran bahasa indonesia di madrasah aliyah. Film ini dapat
dijadikan sebagai media pembelajaran yang efektif karena mengandung nilai-nilai
sejarah dan budaya yang dapat memperkaya pengetahuan siswa. Dengan demikian,
penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoretis dalam bidang
stilistika tetapi juga manfaat praktis dalam konteks pendidikan.
·
Jurnal 19
Judul : efektivitas
undang-undang hak cipta terhadap pelaku spoiler film di media sosial tiktok
dalam kasus film mencuri raden saleh
Penulis : syahrul yaumil
Teori :
Penelitian ini
menggunakan teori kerja atau labour theory yang dikemukakan oleh john locke.
Locke berpendapat bahwa setiap individu memiliki hak alami atas dirinya sendiri
dan hasil pekerjaannya. Teori ini menekankan bahwa segala sesuatu di bumi
adalah milik umat manusia secara kolektif, namun untuk dapat dimanfaatkan,
sesuatu tersebut harus ditemukan dan diolah oleh individu. Proses penciptaan
ini memberi individu hak milik atas hasil kerjanya karena telah melakukan
pengorbanan dalam bentuk usaha dan penambahan kepribadian pada sesuatu yang
awalnya tidak berguna. Konsep ini relevan dengan perlindungan kekayaan
intelektual, di mana karya cipta dianggap sebagai hasil dari proses kognitif
dan kreatif individu.
Metode :
Penelitian ini
menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis
normatif. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan wawancara mendalam
dengan pihak-pihak terkait, termasuk ahli hukum dan praktisi di bidang kekayaan
intelektual. Studi kepustakaan mencakup penelaahan berbagai literatur hukum hak
cipta, serta kasus-kasus sebelumnya yang berkaitan dengan pelanggaran hak cipta
di media sosial. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan pandangan praktis dan
teoritis mengenai efektivitas penerapan undang-undang hak cipta terhadap
spoiler film di platform media sosial seperti tiktok.
Hasil :
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penerapan undang-undang hak cipta terhadap spoiler film di
media sosial masih belum efektif. Meskipun terdapat regulasi yang jelas
mengenai pelanggaran hak cipta, pelanggaran tersebut masih sering terjadi di platform
seperti tiktok. Kasus film mencuri raden saleh menunjukkan bahwa pelanggaran
dalam bentuk spoiler film di media sosial dapat merugikan pemilik hak cipta karena
menurunkan minat penonton dan potensi pendapatan. Penelitian ini juga menemukan
bahwa mekanisme penegakan hukum terhadap pelanggaran hak cipta di media sosial
memerlukan peningkatan, baik dari segi pengawasan maupun penindakan.
·
Jurnal 20
Judul
: tindak tutur asertif dalam film mencuri raden saleh karya angga dwimas
sasongko: kajian pragmatik
Penulis
: tyara rosselini hamzah, kasno atmo sukarto, arju susanto3
Teori :
Penelitian ini menggunakan
teori tindak tutur asertif yang merupakan bagian dari pragmatik dalam ilmu
bahasa. Teori tindak tutur asertif merujuk pada teori yang dikemukakan oleh
searle, yang mengkategorikan tindak tutur berdasarkan fungsinya. Tindak tutur
asertif adalah tuturan yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, menyatakan
sesuatu yang dapat dianggap benar atau salah, seperti pernyataan, deskripsi,
dan laporan. Teori ini menekankan bahwa tindak tutur asertif digunakan oleh
penutur untuk menyatakan keyakinan mereka tentang suatu keadaan atau fakta.
Dalam konteks film, tindak tutur asertif digunakan untuk mengembangkan
karakter, memajukan plot, dan menyampaikan pesan moral atau tema.
Metode :
Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data
dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, yaitu dengan menonton film mencuri
raden saleh dan mencatat berbagai tindak tutur asertif yang digunakan oleh
karakter dalam film tersebut. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi
dan mengklasifikasikan tindak tutur asertif berdasarkan kategori yang telah
ditentukan oleh searle. Setiap tuturan dianalisis untuk melihat konteks
penggunaannya serta bagaimana tuturan tersebut berkontribusi pada perkembangan
cerita dan karakter dalam film.
Hasil :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa film mencuri raden saleh banyak menggunakan tindak tutur asertif untuk membangun narasi dan karakter. Tindak tutur asertif dalam film ini berfungsi untuk mengungkapkan perasaan, memberikan informasi, serta menyampaikan argumentasi dan keyakinan karakter. Misalnya, karakter utama sering menggunakan tindak tutur asertif untuk menjelaskan rencana pencurian dan untuk meyakinkan rekan-rekannya tentang keberhasilan rencana tersebut. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan tindak tutur asertif dalam film ini membantu penonton memahami motif dan sifat karakter, serta menyampaikan pesan moral tentang keberanian dan kerjasama.
Komentar
Posting Komentar